Dokter Jiwa UMY Jelaskan Tahapan Tidur dan Pentingnya Bagi Kesehatan Mental
YOGYAKARTA — Tidur bukan sekadar aktivitas pasif untuk menghilangkan rasa lelah, tetapi memiliki peran vital dalam regenerasi tubuh dan kesehatan mental. Menurut dr. Rr. Tesaviani Kusumastiwi, Sp.KJ, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan spesialis kedokteran jiwa, tidur merupakan proses biologis yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan fisik dan mental seseorang.
Dalam penjelasannya, Tesaviani mengungkapkan bahwa tidur terdiri dari beberapa tahapan yang membentuk siklus, yaitu tidur Non-REM dan REM (Rapid Eye Movement). Masing-masing fase tidur ini memiliki fungsi dan manfaatnya sendiri untuk tubuh dan pikiran.
Tahapan Tidur dan Peranannya Bagi Kesehatan
Tidur manusia dibagi menjadi dua tahapan utama, yaitu Non-REM dan REM. Tahap Non-REM terbagi lagi menjadi tiga fase yang penting. Fase pertama, yang sering disebut sebagai tidur ayam, adalah tahap di mana tubuh masih mudah terbangun. Fase kedua adalah tidur ringan, dan yang ketiga adalah deep sleep atau tidur dalam, yang merupakan fase paling penting bagi tubuh karena di sinilah proses regenerasi tubuh terjadi. Pada fase deep sleep, perbaikan jaringan dan pemulihan energi berlangsung secara optimal, yang sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh.
Setelah memasuki tahap tidur dalam, tubuh akan bergerak menuju fase REM, yang ditandai dengan munculnya mimpi. Pada fase REM, meskipun tubuh dalam keadaan sangat rileks, aktivitas otak justru meningkat. Jika seseorang terbangun pada fase ini, mereka cenderung mengingat mimpi yang baru saja dialami. Namun, jika seseorang terbangun pada fase tidur ringan, tubuh akan terasa lebih segar dan bugar.
Siklus Tidur dan Kualitas Tidur yang Ideal
Menurut Tesaviani, satu siklus tidur akan terus berulang sepanjang malam. Oleh karena itu, kualitas tidur tidak hanya bergantung pada durasi tidur, tetapi juga pada kelancaran siklus tidur tersebut. Durasi tidur ideal bagi kebanyakan orang berkisar antara enam hingga delapan jam per malam. Namun, tidur yang terlalu singkat atau terlalu lama, terutama jika disertai gangguan seperti sering terbangun atau mimpi buruk, dapat membuat tubuh tetap merasa lelah saat bangun.
Gangguan tidur yang sering terjadi biasanya berkaitan dengan stres berkepanjangan atau burnout yang memengaruhi keseimbangan hormon dan kimia tubuh. Tidur yang tidak berkualitas menghambat proses regenerasi tubuh, yang pada akhirnya berimbas pada penurunan kebugaran fisik dan kualitas hidup.
Pentingnya Tidur Berkualitas untuk Kesehatan Mental
Menjaga kualitas tidur adalah langkah penting untuk mendukung kesehatan mental dan fisik. Tidur yang cukup dan berkualitas bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Masyarakat perlu memahami tahapan tidur manusia dan memprioritaskan tidur yang baik sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk mendukung keseimbangan fisik dan mental yang optimal.
Dengan memahami pentingnya tidur yang berkualitas, kita dapat lebih peduli terhadap kesehatan mental kita dan mencegah berbagai masalah yang dapat muncul akibat gangguan tidur. Sebuah langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi kebugaran tubuh dan pikiran kita.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow