RS PKU Muhammadiyah Salurkan Zakat Maal Sebesar Rp 50 Juta untuk 35 Masjid
YOGYA – Muhammadiyah terus mendorong para takmir di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk terus memakmurkan masjid. Salah satu caranya dengan menerapkan manajemen masjid yang baik dan memberdayakan masyarakatnya.
Inilah yang menjadi tujuan dari penyerahan zakat maal kepada sejumlah masjid se-DIY dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta - Gamping, pada Jumat (21/3).
Ketua LAZISMU RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta - Gamping, Tawakal Akbar mengatakan pihaknya telah menyalurkan puluhan juta rupiah dana zakat maal dihimpun dari para dokter dan pegawai RS PKU Muhammadiyah. "Kami dari kantor LAZISMU PKU Jogja dan Gamping berkomitmen mendukung dakwah Muhammadiyah dari segi sosial dan kesejahteraan lewat penyaluran zakat," katanya.
Sementara Wakil Ketua LAZISMU DIY Alfis Khoirul Khisoli, menyampaikan kantor layanan Lazismu RS PKU Jogja pada Ramadan 1446 H telah menyalurkan dana Zakat Back to Masjid senilai lebih dari Rp50 juta rupiah.
"Salah satu indikator masjid berdaya itu mampu mengelola baitul maal di masing-masing masjid. Dana zakat, infaq, dan sedekah yang diperoleh masjid dapat dimanfaatkan untuk program pemberdayaan," katanya.
Kemudian, Direktur RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta bidang SDI-AIK, M. Ikhwan Ahada mengatakan para takmir diminta untuk mengubah fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat salat dan mengaji tetapi juga menjadi pusat kegiatan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan manfaat lain dari keberadaan masjid.
"Untuk bisa memakmurkan masjid, maka para takmir harus meningkatkan fungsi masjid untuk melayani jemaahnya. Menjadikan masjid memiliki fungsi sosial sehingga bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Dia menyontohkan keberadaan Masjid Jogokaryan yang mampu memberdayakan masyarakat. Begitu juga fungsi sosial yang dijalankan Masjid Al Falah di Sragen. "Takmir harus bisa berfikiran terbuka untuk melayani kebutuhan umat. Takmir harus bisa menjalankan fungsi sosial masjid. Jangan bangga dengan nilai infaq yang besar tetapi masjid tidak bisa bermanfaat bagi jemaahnya," katanya.
Untuk itu, pihaknya akan memberikan pelatihan managemen bagi takmir-takmir masjid bagaimana bisa mengelola dana umat agar masjid dapat menjalankan fungsi sosialnya. Langkah awal yang dilakukan pihaknya dengan menyalurkan zakat maal dari dokter PKU Muhammadiyah kepada 35 masjid di wilayah DIY.
"Zakat maal dokter back to masjid menjadi hal penting karena Muhammadiyah berprinsip bahwasanya masjid bukan sekadar tempat ibadah. Saya mengajak para takmir memakmurkan masjid, juga memakmurkan jemaah,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY itu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow