Sinergi Muhammadiyah-NU, RSI Darus Syifa’ Rampung Dibangun PT MPN

Sinergi Muhammadiyah-NU, RSI Darus Syifa’ Rampung Dibangun PT MPN

Smallest Font
Largest Font

SURABAYA — Pembangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Darus Syifa’ di Benowo, Kota Surabaya, Jawa Timur, rampung setelah dikerjakan selama sekitar 1,5 tahun oleh PT Mentari Prima Niaga (MPN). Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama antara Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Benowo dan PT MPN.

Serah terima gedung RSI Darus Syifa’ dilaksanakan pada Kamis (3/9). Gedung rumah sakit yang berada di wilayah perbatasan Kota Surabaya dan Gresik itu memiliki empat lantai dengan luas total bangunan 7.525 meter persegi.

Direktur Utama PT MPN Achmad Mirza mengatakan pembangunan rumah sakit dilakukan sejak tahap awal, ketika fondasi bangunan belum terbentuk. Menurut dia, proses tersebut berjalan dengan keterbukaan antara pihak MWCNU Benowo dan tim PT MPN.

“Jadi ini begitu hangat. Hal ini juga mengandung pesan ‘sampaikanlah ilmu walau satu ayat’ dan kebetulan ilmu saya ada di dunia konstruksi. Maka saya sampaikan saat itu bahwa kita semua adalah saudara,” ujar Mirza saat diwawancarai Jumat (4/9).

Dalam pelaksanaannya, PT MPN menerapkan prinsip clear and clean dalam pengelolaan proyek. Prinsip tersebut diterapkan melalui keterbukaan dalam pengelolaan anggaran, pengadaan material, hingga proses pembangunan.

Mirza mengatakan keterbukaan tersebut turut membantu efisiensi pelaksanaan proyek. Ia menyebut realisasi anggaran pembangunan rumah sakit lebih rendah dibandingkan estimasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Selain membangun gedung, tim PT MPN juga memberikan pendampingan dalam sejumlah aspek pengelolaan proyek kepada pihak MWCNU. Pendampingan tersebut mencakup pembukuan, pelaporan perpajakan, serta penataan alur proyek.

“Mereka begitu puas, termasuk ibu-ibu yang dari NU itu menyampaikan terima kasihnya karena sudah diajari oleh tim MPN terkait pembukuan, proses pelaporan perpajakan, hingga penataan alur-alur proyek yang rapi,” kata Mirza.

Menurut Mirza, kerja sama tersebut berjalan tanpa membahas perbedaan dalam urusan keagamaan. Ia menilai hubungan kerja antara kedua pihak lebih banyak dibangun melalui komunikasi dan pembagian pengetahuan di bidang masing-masing.

“Kami merasa satu bentuk dakwah kami di Muhammadiyah adalah melalui sektor konstruksi. Dalam pembangunan RSI Darus Syifa’, kami masuk dengan tenang dan disambut dengan baik tanpa sedikit pun menyinggung persoalan muamalah, ibadah dan sebagainya. Murni kami berjalan bersama, berkomunikasi dan saling berdiskusi,” ujarnya.

Bagi PT MPN, pembangunan RSI Darus Syifa’ menjadi salah satu bentuk keterlibatan perusahaan di sektor konstruksi sekaligus kerja sama lintas organisasi dalam pembangunan fasilitas kesehatan masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait