PKU Jogja On The Road di Titik Nol KM: Upaya Muhammadiyah Hadirkan Hospital Without Wall

PKU Jogja On The Road di Titik Nol KM: Upaya Muhammadiyah Hadirkan Hospital Without Wall

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat kembali diwujudkan oleh RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta melalui program PKU Jogja On The Road. Selama tiga hari, 13–15 Juli 2026, rumah sakit mengoperasikan Mobile Clinic di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dan wisatawan.

Layanan dibuka setiap harinya pukul 15.30–18.00 WIB dan menyediakan berbagai pemeriksaan kesehatan, mulai dari konsultasi dengan dokter, pemeriksaan tekanan darah, hingga pemeriksaan gula darah sewaktu. Kehadiran layanan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, terutama wisatawan yang beraktivitas di kawasan Malioboro, Titik Nol Kilometer, dan sekitarnya.

Manajer Humas dan Pemasaran RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Alfis Khoirul Khisoli, mengatakan program tersebut merupakan wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan mudah diakses masyarakat. Karena itu kami menghadirkan konsep Hospital Without Wall, rumah sakit tanpa tembok, yang hadir langsung di tengah masyarakat," ujarnya saat ditemui di Titik Nol Kilometer, Rabu (15/7). 

Menurut Alfis, melalui konsep tersebut tenaga kesehatan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tidak hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit, tetapi aktif mendatangi ruang-ruang publik dan pusat keramaian untuk memberikan pelayanan sekaligus edukasi kesehatan.

Ia mengungkapkan, respons masyarakat terhadap program ini sangat positif. Sejak layanan dibuka hingga sore hari, masyarakat terus berdatangan tanpa henti, mulai dari wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara.

"Dokter, perawat, dan seluruh tenaga kesehatan datang bukan sekadar bertugas, tetapi mendedikasikan diri untuk melayani, mengobati, sekaligus memberikan edukasi agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan," katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan, jumlah pengunjung yang memanfaatkan layanan diperkirakan mencapai ratusan orang. Sebelumnya, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta menargetkan sebanyak seribu masyarakat dapat memperoleh manfaat dari program tersebut.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Alfis memastikan program serupa akan terus dilanjutkan. Pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai instansi maupun komunitas untuk menghadirkan layanan kesehatan langsung di tengah masyarakat.

"Silakan berkolaborasi dengan kami. Selama jadwal memungkinkan, kami siap hadir bersama tim untuk memberikan layanan kesehatan dan bersama-sama menyehatkan bangsa," ujarnya.

Di akhir kegiatan, Alfis mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini. Menurutnya, kesehatan merupakan aset yang harus dijaga melalui pola hidup seimbang dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Kesehatan adalah aset. Jangan sampai kita baru sadar ketika sudah sakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan rutin memeriksa kesehatan, kita dapat menjaga sekaligus meningkatkan kualitas hidup," pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait