Kelompok Rentan Perlu Waspada terhadap Risiko Morning Surge di Pagi Hari

Kelompok Rentan Perlu Waspada terhadap Risiko Morning Surge di Pagi Hari

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - Fenomena morning surge atau lonjakan tekanan darah di pagi hari merupakan kondisi yang lazim terjadi secara fisiologis. Namun, pada kelompok tertentu, lonjakan ini dapat menjadi berbahaya dan meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular serius. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS PKU Gamping sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Gagah Buana Putra, M.Sc., Sp.JP., menjelaskan bahwa risiko morning surge meningkat ketika terjadi pada individu yang sudah memiliki tekanan darah tinggi sejak awal.

“Morning surge menjadi berisiko ketika dialami oleh orang-orang dengan tekanan darah dasar yang memang sudah tinggi. Jika tekanan yang sudah tinggi itu kemudian melonjak lagi di pagi hari, pembuluh darah bisa tidak mampu beradaptasi. Kondisi ini banyak dialami penderita hipertensi, penyakit jantung, gangguan metabolisme, hingga mereka yang memiliki kualitas tidur buruk,” jelas dr. Gagah kepada Humas UMY, Selasa (16/12).

Menurutnya, kelompok lanjut usia, penderita hipertensi, obesitas, serta individu dengan gangguan pembuluh darah termasuk pihak yang perlu lebih waspada. Lonjakan tekanan darah yang terjadi secara mendadak dapat menyebabkan pembuluh darah robek atau pecah, sehingga berpotensi memicu kejadian serius seperti stroke.

Risiko serupa juga mengintai penderita aterosklerosis, yakni kondisi penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Aterosklerosis dapat diibaratkan seperti bisul di dalam pembuluh darah yang mempersempit aliran darah. Lemak atau kolesterol yang menumpuk di balik dinding pembuluh darah akan mengalami oksidasi dan membentuk plak. Ketika aliran darah sudah menyempit lalu mendapat tekanan tinggi secara tiba-tiba di pagi hari, plak tersebut dapat pecah.

“Jika plak pecah, bisa memicu peradangan dan penggumpalan darah. Bila terjadi di pembuluh darah otak, akan menyebabkan stroke sumbatan. Jika terjadi di pembuluh darah jantung, itu yang kita kenal sebagai serangan jantung. Jadi risikonya bukan hanya pembuluh darah pecah, tetapi juga sumbatan yang sangat berbahaya,” lanjutnya.

Selain kondisi pembuluh darah, kualitas tidur juga berperan besar dalam memperparah risiko morning surge. Individu yang kurang tidur, sering begadang, atau mengalami gangguan tidur seperti mendengkur berat perlu meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tersebut dikenal sebagai sleep apnea, yang menyebabkan tekanan darah tidak turun secara optimal saat tidur, sehingga lonjakan tekanan darah di pagi hari menjadi lebih tajam.

Dr. Gagah menegaskan bahwa bagi penderita hipertensi dan penyakit jantung, kepatuhan terhadap pengobatan merupakan kunci utama pencegahan. Obat tekanan darah harus dikonsumsi secara rutin dan sesuai dengan anjuran dokter untuk menjaga tekanan darah tetap stabil sepanjang hari.

“Pengobatan yang teratur sangat penting. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi karena fluktuasi tekanan darah justru meningkatkan risiko komplikasi,” tegasnya.

Selain itu, upaya pencegahan jangka panjang melalui penerapan gaya hidup sehat perlu terus digalakkan. Menghindari rokok, menjaga berat badan ideal, mengontrol kadar kolesterol, mengelola stres, serta rutin berolahraga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. (NF)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait