Direktur RSU PKU Muhammadiyah Bantul Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Siapkan Penguatan Layanan Spesialis

Direktur RSU PKU Muhammadiyah Bantul Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Siapkan Penguatan Layanan Spesialis

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — Era baru kepemimpinan RSU PKU Muhammadiyah Bantul dimulai setelah dr. Fauzan, M.M., resmi dilantik sebagai Direktur Utama untuk periode 2026–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantul, Selasa (1/9).

Pelantikan dihadiri jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pemerintah Kabupaten Bantul, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bantul, Forkopimda Bantul, perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) se-DIY, serta tamu undangan lainnya.

Prosesi berlangsung khidmat, di mana dr. Fauzan mengucapkan janji dan sumpah jabatan yang dibimbing Ketua PWM DIY, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pernyataan janji dan berita acara serta penyerahan surat keputusan pelantikan.

Dalam sambutannya, dr. Fauzan menyampaikan rasa syukur sekaligus meminta doa dan dukungan dari seluruh pihak dalam menjalankan amanah sebagai Direktur Utama RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Ia menilai perkembangan RSU PKU Muhammadiyah Bantul hingga saat ini merupakan hasil kerja keras para pimpinan dan seluruh sivitas rumah sakit pada periode-periode sebelumnya.

“Ini adalah amanat persyarikatan yang tidak ringan. Tanpa bantuan dan doa Bapak Ibu sekalian, di mana pun dan apa pun profesinya, kami tidak bisa berbuat banyak,” ujar dr. Fauzan.

Ia menegaskan, kepemimpinannya ke depan akan diarahkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kapabilitas rumah sakit, serta perluasan pelayanan kesehatan. Salah satu fokus yang disiapkan adalah penguatan layanan di bidang spesialis dan subspesialis.

Menurutnya, pengembangan tersebut akan dilakukan dengan tetap mengikuti regulasi Kementerian Kesehatan sekaligus berpedoman pada ketentuan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Insya Allah, kami akan membenahi dan meningkatkan kapabilitas rumah sakit dalam berbagai pelayanan, termasuk meningkatkan pelayanan di bidang spesialis dan subspesialis tanpa mengurangi pelayanan yang lainnya,” katanya.

RSU PKU Muhammadiyah Bantul, tambah dr. Fauzan, akan terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan memperluas akses pelayanan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung program kesehatan Pemerintah Kabupaten Bantul.

Dalam hal akses layanan, rumah sakit juga akan tetap melayani masyarakat melalui skema jaminan kesehatan, termasuk BPJS Kesehatan. Menurutnya, keberadaan jaminan kesehatan tersebut penting karena sebagian besar masyarakat telah memiliki jaminan kesehatan.

“Kita akan melayani semuanya sehingga masyarakat bisa mengakses pelayanan kami tanpa harus berbelit-belit,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PDM Bantul, Arba Riksawan Qomaru, S.E., menyampaikan ucapan selamat kepada dr. Fauzan atas amanah baru tersebut. Ia menyebut dr. Fauzan sebagai kader Persyarikatan Muhammadiyah yang siap menjalankan amanah ketika dibutuhkan.

Qomaru juga menyampaikan apresiasi kepada direktur utama sebelumnya, dr. Nurcholid Umam Kurniawan, Sp.A., M.Sc., yang telah memimpin RSU PKU Muhammadiyah Bantul selama empat tahun. Menurutnya, sejumlah perkembangan rumah sakit selama kepemimpinan dr. Nurcholid Umam menjadi bagian penting dalam perjalanan RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Salah satunya Menara dr. Hardjo Djojodarmo dan Siti Bariyah, serta Jembatan Jisr Asy-Syifa yang kemudian menjadi ikon PKU Bantul.

“Kecepatan itu nanti insyaallah akan dilanjutkan oleh dr. Fauzan,” kata Qomaru.

Ia juga memberikan apresiasi kepada dr. Rindi Rendarti, MMR. yang selama kurang lebih tiga bulan menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Dalam masa tersebut, sejumlah agenda penting, termasuk proses akreditasi, dapat dilalui dengan baik.

Dukungan terhadap kepemimpinan baru juga disampaikan Wakil Bupati Bantul, H. Aris Suharyanta, S.Sos., M.M. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul, ia menyampaikan selamat dan sukses kepada dr. Fauzan serta berharap amanah tersebut dijalankan dengan keikhlasan, integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

Aris mengaitkan amanah kepemimpinan tersebut dengan filosofi Bantul Bumi Satria. Menurutnya, nilai kesatriaan tidak hanya berkaitan dengan keberanian, tetapi juga mencerminkan pribadi yang amanah, disiplin, rendah hati, bertanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Memimpin rumah sakit bukan semata-mata mengelola sebuah institusi, tetapi juga mengelola kepercayaan dan harapan masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap RSU PKU Muhammadiyah Bantul di bawah kepemimpinan dr. Fauzan semakin mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, ramah, profesional, dan berkeadilan.

Aris juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Pemerintah dan RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Tantangan pembangunan kesehatan yang semakin kompleks, menurutnya, membutuhkan kolaborasi, inovasi, serta peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

“Jadikan kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi jalan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pesannya.

Ia menambahkan, perkembangan RSU PKU Muhammadiyah Bantul dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang signifikan, termasuk dari sisi fasilitas fisik. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap rumah sakit tersebut dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait