RS PKU Yogyakarta, Gamping, dan Sleman Sembelih Hewan Kurban Serentak, 1.175 Pegawai ikut Kurban
SLEMAN — Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Gamping, dan Sleman serentak melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada momentum Iduladha 1447 H, Kamis (28/5). Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman.
Direktur SDI & AIK RS PKU Muhammadiyah Gamping, Cahyono, S.Ag. menyampaikan bahwa seluruh pegawai di tiga rumah sakit tersebut mengikuti program kurban tahun ini. Bahkan, pihak rumah sakit turut mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung pelaksanaan kurban pegawai dengan total mencapai Rp4.507.500.000.
“Jangan sampai ada pegawai PKU yang tidak bisa kurban. Maka tidak ada alasan setiap pegawai kita tidak berkurban. Harus berkurban tahun ini,” tegasnya.
Tercatat sebanyak 1.175 pegawai mengikuti program kurban tahun ini. Adapun jumlah hewan kurban yang disembelih terdiri atas 11 sapi dan 20 kambing.
Meski demikian, Cahyono menjelaskan bahwa hewan kurban yang disembelih di pusat kegiatan hanya sebagian kecil dari keseluruhan kurban pegawai. Sebagian besar hewan kurban didistribusikan dan disembelih di lingkungan tempat tinggal masing-masing pegawai.
“Artinya, di sini hanya sekitar 10–12 persen yang disembelih. Sekitar 90 persen kita sebarkan di daerah-daerah tempat tinggal pegawai,” ujarnya.
Menurutnya, pola tersebut dilakukan agar manfaat kurban dapat menjangkau masyarakat lebih luas sekaligus memperkuat keterlibatan sosial pegawai di lingkungan masing-masing.
“Yang di sini dikelola oleh panitia karena membutuhkan pengelolaan khusus. Maka ada panitia untuk mengurus penyembelihan lembu di pusat kegiatan,” tuturnya.
Selain di kompleks rumah sakit, sejumlah hewan kurban juga disalurkan ke masyarakat. Dua ekor sapi disembelih di lingkungan masyarakat sekitar RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan PRM Ngupasan.
“Kita bekerja sama dengan PRM Ngupasan. Itu satu lembu untuk masyarakat,” kata Cahyono.
Satu ekor sapi lainnya disalurkan ke kawasan sekitar Makam Husnul Khotimah di Dukuh Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo.
“Kita beri satu lembu di sana dan disembelih untuk masyarakat sekitar,” tambahnya.
Pendistribusian hewan kurban tersebut menyasar panti asuhan, warga sekitar tiga rumah sakit, serta pegawai kontrak. Langkah itu diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Perhelatan kurban di tiga rumah sakit ini insyaallah bisa menjangkau semua lapisan dan daerah tempat tinggal pegawai-pegawai kita,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota BPH RS PKU Muhammadiyah, Jamaludin Ahmad, M.Psi. menilai pola kurban seperti ini menjadi bentuk syiar lembaga sekaligus syiar pegawai rumah sakit di tengah masyarakat.
“Yang akhirnya bisa kurban semuanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan kurban juga menjadi bagian dari dakwah Muhammadiyah di akar rumput, melengkapi dakwah di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Dari situ kita berharap rumah sakit juga citranya semakin baik karena menyejahterakan pegawainya dalam urusan ibadah kurban,” ulas Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PP Muhammadiyah itu.
Menurutnya, dukungan rumah sakit membuat pegawai dapat rutin berkurban setiap tahun sekaligus semakin aktif bermasyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Jangan sampai pegawai PKU asing di tempat tinggalnya. Dia harus aktif di masjid, musala, bermasyarakat, termasuk memberikan hewan kurban. Tidak ada alasan karena semuanya dicukupi oleh PKU,” tandasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
1
Dislike -
1
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow